Percaya Diri adalah bagian dari fitroh anak yang bisa saja tidak tumbuh berkembang dengan seyogyanya apabila sejak kecil tidak dirangsang. Rangsangan untuk menumbuhkan rasa percaya diri menjadi sangat penting untuk diperhatkan para orang tua agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang percaya diri. berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merangsang rasa percaya diri anak.
1. Jangan pernah menyalahkan anak dihadapan teman-temannya
anak-anak akan tertekan kalau disalahkan dihadapan anak-anak yang lain. rasa percaya dirinya akan berkurang sedikit demi sedikit... kalau hal ini terus dilakukaan bisa jadi anak akan kehilangan percaya dirinya. ketika anak salah, sewajarnya memang diberikan pengertian bahwa apa yang dilakukannya salah tapi bukan dihadapan orang lain.
2. Berikan Anak kesempatan untuk bercerita tentang kejadian yang dialaminya.
anak-anak akan merasa sangat senang bila orang tua mau mendengarkan cerita anaknya. sebagaimana anak-anak senang menemukan sesuatu yang baru. dia akan menjadi anak yang percaya diri untuk berbicara apa adanya. dengan mendengarkan dan merespon cerita anak, maka anak akan terlatih untuk berbcerita dan dalam waktu bersamaan dia akan menjadi anak yang PD.
3. Apresiasi setiap hal baik yang dilakukan
anak-anak, remaja bahkan orang tua sekalipun akan sangat senang apabia usahanya diapresiasi. anak-anak akan termotivasi untuk berbuat baik dan terus berbuat baik apabila orang tua mau mengapresiasi anak ketika berbuat baik. Rasa percaya diri dan apresiasi untuk anak sangat erat hubungannya, motivasi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat akan tumbuh dengan sendirinya karena dukungan orang tua.
4. Berikan kesempatan menunjukkan kelebihannya dihadapan orang lain.
jangan sungkan untuk memberikan kesempatan kepadanya menampilkan kelebihannya. misalkan anak sudah hafal salah satu surat dari surat-surat pedek, maka cobalah untuk menyuruhnya membaca dan melafalkan surat-surat yang dihafal dihadapan sepupunya aau dihadapan keluarga lainnya ketika kumpul bersama keluarga.
Minggu, 11 Desember 2011
Minggu, 04 Desember 2011
SAAT SAAT TEPAT UNTUK MENASEHATI ANAK
Rasulullah adalah sosok yang paling telaten dalam memilih waktu dan tempat yang tepat untuk mengungkapkan serta mengarahkan anak dalam rangka memperbaiki prilaku menyimpang dan membentuk kepribadian anak anak yang lurus.
Rasulullah telah menetapkan tiga waktu utama yang bisa dioptimalkan untuk mengarahkan anak, yaitu sebagai berikut.
· 1. Ketika rekreasi atau dalam perjalanan
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw berikut ini;
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah saw menerima hadiah berupa baghal dari Raja Kisra. Beliau lalu menaikkanku di belakangnya lalu kami pun berjalan bersama. Beliau menoleh kepadaku dan bersabda ‘Wahai anakku’ Aku berkata, ‘iya, wahai Rasulullah’ beliau bersabda, ‘Ingatlah Allah dan Allah akan melindungimu!’”(HR. Hakim)
Dalam hadits lain, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Ja’far, ia berkata, “pada suatu kesempatan, Rasulullah menaikkan aku di belakang beliau kemudian beliau membagi rahasia yang tidak pernah di ungkapkan kepada orang lain. Sesungguhnya, Rasulullah suka bila aku menyimpannya satu tujuan tertentu.”
Optimalisasi dalam perjalanan dan rekreasi di contohkan oleh Rasulullah saw. Dalam perjalanannya atau rekreasi adalah moment penting untuk penyampaikan pesan-pesan penting dan berbobot untuk pembangunan dan perbaikan karakter dan prilaku anak. Rasulullah menyampaikan tauhid kepada Ibnu Abbas dalam perjalannya, ini menandakan bahwa momen ini begitu penting untuk memberikan hal yang paling penting bagi pengarahan sikap dan mental anak, karena pesan tauhid adalah inti dari keimanan.
· 2. Ketika makan
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bin Abu Salamah, ia berkata, “saat aku masih kecil, aku bermain di ruangan Rasulullah. Tangankupun bertindak gegabah dalam aktivitas makanku. Rasulullah lau bersabda kepadaku,’Wahai anak muda, sebuah nama Allah, makan dengan tangan kananmu, dan makanan yang cocok denganmu.’ Pada saat itu, cara makanku masih seperti dulu.” HR. Bukhari)
Para sahabat pun membiasakan diri mengajak anak mereka pada setiap jamuan makan, khususnya yang dihadiri Rasulullah, sehingga dengan demikian, diharapkan anak-anak mereka dapat mempelajari ilmu dari Rasulullah dan memahami etika berinteraksi dengan sesama. Dengan demikian sehingga diharapkan anak akan mampuu menjadi generasi yang memiliki kepribadian yang kuat di masa mendatang.
Kebiasaan sahabat di atas, tentu karena seringnya Rasulullah memberikan nasihat ketika mengadakan jamuan makan bersama. Ini berarti Rasulullah memberikan contoh kepada seorang bahwa waktu makan adalah waktu yang cukup baik untuk meberikan arahan kepada anak. Orang Tua harus menyempatkan diri sesekali makan bersama dengan anak muridnya, sehingga bisa memberikan nasihat yang tepat untuk mengubah prilaku menyimpang dari anak-anak didiknya.
· 3. Ketika anak sakit.
Masa sakit akan melembutkan hati orang dewasa yang keras. Apalagi dengan hati anak yang masih bisa dibentuk. Pada saat anak sakit, ada dua kenikmatan besar yang bisa dioptimalkan oleh para orang tua dalam upaya memperbaiki kesalahan dan prilakunya, bahkan prilaku terburuk sekalipun, yakni kenikmatan fitrah masa kanak-kanak serta kenikmatan lembutnya hati dan jiwa indvidu manusia di saat sakit. Rasulullah saw menunjukkan hakikat ini ketika mengunjungi seorang anak yahudi yang sedang sakit. Pada saat itulah, Rasulullah menyerunya untuk memeluk Islam. Kedatangan Rasulullah untuk membesuk anak tersebut mampu membuka pintu hidayah bagi anak tersebut.
Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Seorang anak yahudi membantu Rasulullah. Pada suatu saat, anak itu sakit. Rasulullah lalu membesuknya. Rasulullah kemudian duduk selaras dengan kepala anak yang sedang berbaring dan berkata kepadanya, ‘Masuk Islamlah!’ sang anak menoleh kepada ayahnya yang saat itu menemaninya. Sang ayah lalu berkata kepadanya, ‘Patuhilah nasihat tersebut wahai Abu Qasim.’ Anak tersebutpun masuk Islam. Lalu Rasulullah keluar dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari siksa neraka.’” (HR. Bukhari)
Kamis, 01 Desember 2011
Agar Anak Tidak Mudah Ngambek
Anak-anak punya cara tersendiri dalam menyampaikan aspirasim dan protes terhadap orang tuanya. diantara cara mereka menyampaikan unek-uneknya adalah dengan ngambek........... wah kalau anak sudah ngambek, susah menghadapinya....... Agar anak tidak menjadi anak ngambekan, ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua. berikut beberapa tips agar anak tidak mudah ngambek...
1. Pahami permintaan anak, dan pahamkan anak atas keinginannya.
Pahami keinginan anak, kalau memang keinginannya tidak berdampak negatif dan kita mampu untuk memberikannya maka baiknya anak ditunaikan keinginannya. setiap keinginan anak kita berikan, anak juga harus diberi pengertian bahwa tidak setiap anak bisa memperoleh apa yang didapatkannya. anak harus kita latih untuk memahami orang lain yang hidupnya lebih susah, sehingga suatu saat kita tidak bisa memberikannya anak tidak lantas cepat ngambek. kalau keinginan anak akan berdampak negatif bagi kesehatan atau akhlaknya, maka berikan pengertian kepadanya bahwa apa yang diminta anak akan berdampak negatif baginya. tentu dalam prakteknya tidak mudah dan tidak serta merta anak menuruti apa yang kita sampaikan, tapi setidaknya hal ini akan membuat anak akan berpikir ulang untuk memintanya kembali.
2. Jangan mencoba membohongi anak.
kebanyakan orang tua yang enggan membelikan atau tidak memberikan sesuatu kepada anak memilih cara pintas yaitu "membohongi anaknya". sekali saja kita ketahuan membohongi anak, maka sulit bagi anak untuk percaya kepada kita.
3. Berikan dia pilihan sebelum dia menangis.
ketika anak meminta sesuatu yang tidak baik bagi anak, usahakan untuk memberikan pilihan yang lain kepada anak yang lebih baik.
4. Jangan ingkar janji
ketika kita sudah berjanji untuk melakukan atau memebrikan sesuatu kepada anak jangan kita ingkari, bahkan bila perlu bila sudah tiba saatnya jangan kita tunda untuk menunaikan janji kita. kalau kita tidak pernah ingkar janji kepada anak, maka anak akan mudah untuk kita kendalikan perasaannya karna dia sudah percaya kepada kita. hal ini akan membuat anak tidak mudah ngambek
Demikian beberapa hal yang mungkin bisa membantu mengantisipasi anak agar tidak mudah nganmbek.. dan tentu kepada Allah pengharapan dan permintaan kita panjatkan, kiranya Allah membimbing kita dalam menunaikan kewajiban kita sebagai orang tua muslim untuk memenuhi hak ruhani dan jasmani anak.. amin ...amin Ya Rabbal 'Alamin
1. Pahami permintaan anak, dan pahamkan anak atas keinginannya.
Pahami keinginan anak, kalau memang keinginannya tidak berdampak negatif dan kita mampu untuk memberikannya maka baiknya anak ditunaikan keinginannya. setiap keinginan anak kita berikan, anak juga harus diberi pengertian bahwa tidak setiap anak bisa memperoleh apa yang didapatkannya. anak harus kita latih untuk memahami orang lain yang hidupnya lebih susah, sehingga suatu saat kita tidak bisa memberikannya anak tidak lantas cepat ngambek. kalau keinginan anak akan berdampak negatif bagi kesehatan atau akhlaknya, maka berikan pengertian kepadanya bahwa apa yang diminta anak akan berdampak negatif baginya. tentu dalam prakteknya tidak mudah dan tidak serta merta anak menuruti apa yang kita sampaikan, tapi setidaknya hal ini akan membuat anak akan berpikir ulang untuk memintanya kembali.
2. Jangan mencoba membohongi anak.
kebanyakan orang tua yang enggan membelikan atau tidak memberikan sesuatu kepada anak memilih cara pintas yaitu "membohongi anaknya". sekali saja kita ketahuan membohongi anak, maka sulit bagi anak untuk percaya kepada kita.
3. Berikan dia pilihan sebelum dia menangis.
ketika anak meminta sesuatu yang tidak baik bagi anak, usahakan untuk memberikan pilihan yang lain kepada anak yang lebih baik.
4. Jangan ingkar janji
ketika kita sudah berjanji untuk melakukan atau memebrikan sesuatu kepada anak jangan kita ingkari, bahkan bila perlu bila sudah tiba saatnya jangan kita tunda untuk menunaikan janji kita. kalau kita tidak pernah ingkar janji kepada anak, maka anak akan mudah untuk kita kendalikan perasaannya karna dia sudah percaya kepada kita. hal ini akan membuat anak tidak mudah ngambek
Demikian beberapa hal yang mungkin bisa membantu mengantisipasi anak agar tidak mudah nganmbek.. dan tentu kepada Allah pengharapan dan permintaan kita panjatkan, kiranya Allah membimbing kita dalam menunaikan kewajiban kita sebagai orang tua muslim untuk memenuhi hak ruhani dan jasmani anak.. amin ...amin Ya Rabbal 'Alamin
Selasa, 29 November 2011
Belajar Memahami Anak
Pemahaman yang utuh terhadap anak adalah kunci utama dalam pedidikan anak. orang tua yang tidak memahami anaknya cenderung bersikap arogan dan memaksakan kehendak. setiap orang tua tentu ingin menjadi orang tua yang mempunyai anak-anak yang baik dan punya masa depan yang cerah. tidak ada orang tua yang ingin punya anak nakal, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pengangguran. tapi berapa banyak orang tua yang justru kecewa kepada anaknya, ketika anaknya tidak bisa menjadi apa yang diinginkan orang tuanya. kalau sudah seperti itu, siapa yang harus bertanggung jawab. setiap anak punya potensi masing-masing, kalau kita ingin anak-anak kita sukses, kenapa kita mengembangkan potensi yang dikaruniakan Allah kepadanya.
Pemahami mereka, niscaya mereka akan memahami kita.............
gali potensinya, jangan mengubur potensinya...........
arahkan jangan paksakan.............
beri kesempatan jangan memberi kebebasan.............
Pemahami mereka, niscaya mereka akan memahami kita.............
gali potensinya, jangan mengubur potensinya...........
arahkan jangan paksakan.............
beri kesempatan jangan memberi kebebasan.............
Langganan:
Postingan (Atom)